SUHU DAN PERUBAHANNYA
Kelas 7 SMP/Mts Sederajat
KOMPETENSI INTI
|
3 |
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata |
|
4 |
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah
abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori |
KOMPETENSI DASAR
|
3.4 |
Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor,
perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk
mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan. |
|
4.4 |
Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor
terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor |
Peta Konsep
APERSEPSI
A. BAGAIMANA MENGETAHUI SUHU SUATU BENDA
Suhu
termasuk besaran pokok yang menunjukkan derajat panas dinginnya suatu benda.
Suhu suatu benda dapat meningkat maupun menurun. Pengukuran suhu dengan termometer
memanfaatkan prinsip kesetimbangan termal: energi panas akan pindah dari
benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu
rendah, hingga tingkat panas keduanya
sama (berada pada kesetimbangan termal).
1. Jenis-jenis Termometer
- Thermometer zat cair
|
Kelebihan
|
Air Raksa
|
Alkohol
|
|
Tidak dapat
membasahi dinding
Warnanya mengkilap seperti perak sehingga mudah
dilihat
Perubahan
Volume teratur pada sat terjadinya perubahan suhu
Jangkauan
suhunya cukup lebar (-40oC sampai 350oC)
|
Titik bekunya rendah
Harganya murah
Alkohol mudah memuai Alkohol untuk pengisi termometer
biasanya diberi pewarna biru atau merah. Rentang suhu yang dapat diukur
bergantung jenis alkohol yang digunakan, contohnya: • Toluen, dengan rentang
-90oC hingga 100oC Ethyl alcohol, dengan rentang -110oC
hingga 100oC
|
|
|
Kekurangan
|
Harganya mahal
Raksa tidak dapat mengukur suhu yang
sangat rendah
Raksa merupakan bahan berbahaya
|
Tidak dapat digunakan untuk mengukur
suhu tinggi
Membasahi dinding kaca
Tidak berwarna
|
Thermometer laboratorium
Bentuknya panjang dengan skala dari -10°C sampai 110°C menggunakan raksa, atau alkohol seperti ditunjukkan pada Gambar 2
Thermometer suhu badan
Termometer ini digunakan untuk mengukur suhu badan manusia. Skala yang ditulis antara 35oC dan 42oC. Gambar 3.
- Thermometer Bimetal
Termometer ini terbuat dari bimetal yang melengkung. Salah satu ujungnya dijepit sehingga tidak dapat bergerak. Ujung yang satunya lagi bebas bergerak dan dihubungkan dengan jarum penunjuk. Apabila suhu naik, bimetal menjadi lebih melengkung. Jarum penunjuk bergerak ke kanan. Sebaliknya apabila suhu turun, bimetal menjadi lebih lurus. Jarum bergerak ke kiri. Contoh benda yang menggunakan bimetal adalah setrika. Suhu pada setrika secara otomatis, maka disebut setrika otomatis. Pada setrika otomatis terdapat alat untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik secara otomatis, yang disebut sakelar otomatis. Prinsip kerjanya adalah apabila suhu sudah cukup tinggi, bimetal akan melengkung menjauhi kontak (K), arus listriknya putus, setrika akan menjadi dingin. Ketika dingin, bimetal menyentuh kontak (K), maka arus listrik mengalir kembali, sehingga setrika kembali panas. Thermometer bimetal dapat ditunjukkan oleh gambar 4.
- Themometer Kristal cair
2. Skala Suhu
Skala suhu yang digunakan terdiri atas Celcius, Fahrenheit, rearmur dan kelvin.
Perbandingan
suhu :
Skala
C : Skala R : Skala F : Skala K = 100 : 80 : 180 : 100
Maka :
TC : TR : (TF-32) : (TK – 273) = 5 : 4 : 9: 5
B. PERUBAHAN AKIBAT SUHU
Peningkatan maupun penurunan dari suhu dapat
menyebabkan perubahan ukuran benda. Pada umumnya ukuran benda akan betambah
panjang bila suhu dinaikkan. Hal tersebut dapat terlihat dari peristiwa
pemanasan besi. Sebelum sampai meleleh besi akan bertambah ukuran dari keadaan
semula. Sedangkan penurunan suhu justru akan semakin memadatkan ukuran suhu.
Pertambahan ukuran panjang, akibat kenaikan suhu dikenal dengan pemuaian.
Pemuaian dapat terjadi pada zat cair, padat dan gas. Faktor yang mempengaruhi pemuaian
adalah : Ukuran awal benda, Koefisien Muai dan perubahan suhu.
1. Pemuaian
Zat Padat
Peristiwa
pemuaian zat padat seperti rel kereta api dibuat celah agar dapat melengkung
ketika siang hari. Pemuaian zat padat disebut juga Muschen Broek. Contoh lain dari
peristiwa pemuaian zat padat adalah Panjang kabel listrik, Panjang rel kereta
api dan Penyambungan dua plat logam. Zat padat umumnya akan mengalami pemuaian
panjang, luas dan volume.
a. Muai
Panjang
Muai
panjang pada zat padat ialah pertambahan ukuran panjang akibat menerima kalor.
Faktor yang mempengaruhi adalah perubahan suhu dan koefisien muai panjang.
Rumus
:
|
LT – LO = LO x α x ∆T Atau LT = LO x ((1 + α x (T2 – T1)) |
Ket. LT = Panjang setelah
pemanasan atau pendinginan (m atau cm) LO = Panjang awal (m atau
cm) α = koefisien muai panjang (/oC) T1 = Suhu mula-mula (oC) T2 = Suhu akhir (oC) |
Koefisien
Muai panjang bahan
|
Jenis
Bahan |
Koefiseien
Muai panjang (/oC) |
|
Kaca biasa Kaca pyrex Aluminium Kuningan Baja Tembaga |
0,000009 0,000003 0,000026 0,000019 0,000011 0,000017 |
Contoh
:
Batang
besi pada suhu 25 oC memiliki panjang 80 cm. Tentukan panjang batang
besi pada suhu 225oC, bila nilai α = 1,2 x 10-5 / oC
!
|
Diketahui : LO = 80 cm α = 1,2 x 10-5 / oC T1 = 25 oC T2 = 225oC Ditanya : LT ? |
Jawab : |
||
|
LT |
= |
LO x ((1 + α x (T2 – T1)) |
|
|
|
= = = |
80 X ((1 + 1,2 x 10-5 x
(225 – 25)) 80 x 0,24 80,24 cm |
|
|
Jadi, panjang batang logam yang
telah dipanaskan adalah 80,24 cm |
|||
b. Muai
Luas
Zat
padat yang berbentuk kepingan dan memiliki ukuran luas seperti kaca jendela,
plat besi, uang logam dan lain-lain jika suhunya dinaikkan akan mengalami
pertambahan luas.
Rumus :
|
Pertambahan luas : ΔA = A0 x β x ΔT
Luas akhir setelah dipanaskan : AT = A0 x (1 + β x ΔT) |
Ket. ΔA = Perubahan Luas (m2) A0 = Luas awal (m2) β = 2α = Konstanta pemuaian luas (/oC) ΔT = Perubahan Temperatur (oC) |
Contoh
:
Sebuah
kaca seluas 121 m2 dipanaskan sehingga suhunya naik 20oC.
Hitunglah pertambahan luas kaca bila koefisien muai panjang adalah 9 x 10-6
/ oC !
|
Diketahui : A0 = 121 m2 α = 9 x 10-6 / oC maka β = 2α = 18 x 10-6 /
oC ΔT = 20 oC Ditanya : ΔA ? |
Jawab : |
||
|
ΔA |
= |
A0 x β x ΔT |
|
|
|
= = |
121 x 18 x 10-6 x 20 oC 0,043 m2 |
|
|
Jadi, pertambahan luas kaca tersebut
adalah 0,043 m2 |
|||
c. Muai
Volume
Zat
padat yang berbentuk balok, kubus atau bola yang mempunyai ukuran panjang x
tinggi x lebar, jika dipanaskan akan bertambah panjang, lebar dan tinggi.
Rumus :
|
Pertambahan volume ΔV = V0 x γ x ΔT Volume
akhir setelah dipanaskan : VT
= V0 (1 + γ x ΔT)
|
Ket. ΔV = Perubahan Volume (m3) Vt = Volume akhir (m3) V0 = Volume awal (m3) γ = 3α = Konstanta pemuaian Volume /
oC ΔT = Perubahan Temperatur (oC) |
Contoh
:
Sebuah
baja berbentuk balok dengan rusuk 4 m, dipanaskan pada suhu 10 oC
hingga 90 oC. Bila koefisien muai baja 0,000011 / oC.
Hitunglah pertambahan volume tersebut!
|
Diketahui : V0 = 4 x 4 x 4 = 64
m3 ΔT = 90 – 10 = 80 oC γ = 3α = 3 x 0,000011 = 0,000033 / oC Ditanya : ΔV ? |
Jawab : |
||
|
ΔV |
= |
V0 x γ x ΔT |
|
|
|
= = |
64 x 0,000033 x 80 0,16896 m3 |
|
|
Jadi, pertambahan luas kaca tersebut
adalah 0,16896 m3 |
|||
2. Pemuaian
Zat Cair
Peristiwa
pemuaian zat cair misalnya Air raksa pada termometer dan Air yang mendidih
hingga tumpah dari panci. Volume zat cair menjadi faktor terjadinya pemuaian.
Hal ini dikarenakan ketika zat cair dipanaskan, maka partikel-partikelnya
bergerak lebih cepat sehingga memerlukan ruang yang lebih besar.
Berikut
merupakan koefisien muai zat cair :
|
Jenis Zat |
Koefisien zat cair (/ oC) |
Jenis Zat |
Koefisien zat cair (/ oC) |
|
Metanol |
0,0012 |
Minyak tanah |
0,0015 |
|
Etanol |
0,0011 |
raksa |
0,0018 |
|
Minyak paraffin |
0,0009 |
Minyak solar |
0,0012 |
|
Gliserin |
0,0005 |
Air |
0,0021 |
Rumus
:
|
ΔV = V0 x γ x ΔT Keterangan : |
Contoh soal : Pada suhu 5oC volume minyak
solar adalah 210 m3. Bila koefisien minyak solar adalah 0,0012
oC dan suhu dinaikkan menjadi 25 oC, tentukan pertambahan
volume minyak solar sekarang!
|
Diketahui : V0 = 210 m3 ΔT = 25 – 5 = 20 oC γ = 0,0012 oC Ditanya : ΔV ? |
Jawab : |
||
|
ΔV |
= |
V0 x γ x ΔT |
|
|
|
= = |
210 x 0,0012 x 20 5,04 m3 |
|
|
Jadi, pertambahan luas kaca tersebut
adalah 5,04 m3 |
|||
3. Pemuaian Zat Gas
Kenaikan kalor yang dikenakan dalam
suatu benda dapat menyebabkan pemuaian gas. Besarnya koefisien muai untuk
berbagai jenis gas adalah sama yaitu 1/273 K.
Rumus :
V = Vo x (1 + ү x∆T)
Ket.
V = Volume setelah pemanasan atau
pendinginan (m3)
Vo = Volume awal (m3)
T1 = Suhu mula-mula (oC)
T2 = Suhu akhir (oC)
ү = koefisien muai volume (/ oC)
Contoh pemuaian zat gas dapat ditunjukkan pada peristiwa mobil atau motor yang sedang melaju di jalan, tiba-tiba ban kendaraan tersebut mengalami kebocoran. Ban tersebut bocor, karena terjadi pemuaian gas atau udara di dalam ban. Pemuaian suhu udara di ban mobil terjadi, akibat adanya gesekan roda dengan aspal
.png)
.jpg)




